BOGOR - Keluarga Dani Dwi Permana, pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriot, meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Menurut mereka, Dani hanya korban rayuan para teroris di Indonesia.
Hal itu disampaikan ibunda Dani, Tini kepada wartawan, sesaat setelah proses pemakaman putranya, di Telaga Kahuripan, Bogor, Rabu (12/8/2009).
"Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas tindakan Dani yang tidak sengaja. Dani hanya korban rayuan para teroris di Indonesia," kata Tini.
Selain itu, keluarga besarnya menyatakan mengecam aksi para teroris yang terjadi di bangsa ini.
Tak hanya ibunda, kakak Dani, Jaka juga meminta agar adiknya dimaafkan atas segala perbuatannya. Tak hanya terkait bom, Jaka juga meminta pada warga Telaga Kahuripan jika adiknya memiliki utang, agar memberitahu pada keluarga.
Usai pemakaman dan menggelar jumpa pers, Tini dan Jaka kembali dibawa Densus 88 ke Mabes Polri untuk dimintai keterangan seputar kehidupan Dani, semasa hidupnya.
(Lusi Catur Mahgriefie)