JAKARTA - Syahrir, buron polisi yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus terorisme, disebut-sebut menjadi salah satu aktor yang menyusup ke institusi penerbangan. Namun apakah latar belakang pekerjaan Syahrir memiliki kaitan langsung dengan dugaan polisi itu?
Syahrir yang pernah menjadi teknisi di Garuda Indonesia belum tentu memiliki peran langsung dalam skenario teror. Polisi perlu lebih jeli dalam mendeteksi modus operandi yang akan dijalankan oleh kelompok teroris di Indonesia.
"Data yang dimiliki Polri sampai sekarang, belum menunjukkan ke arah pembajakan di udara," ungkap pengamat intelijen Andi Wijayanto saat berbincang dengan okezone, Selasa (1/9/2009).
Menjadi teknisi di perusahaan penerbangan Garuda Indonesia dan pernah bersekolah di STM Penerbangan, serta Kampus Penerbangan Suryadharma, lanjut Andi, hanyalah background warga Depok, Jawa Barat, itu.
"Dia bukan orang yang sengaja disusupi," papar Andi.(lam)
(M Budi Santosa)