JAKARTA - Puluhan teman kos DPO teroris Syaifudin Zuhri dan M Syahrir di kos Semanggi II, mendatangi aparat kepolisian yang berjaga di lokasi penggerebekan tersebut. Mereka mendesak aparat kepolisian, agar diperbolehkan mengambil barang miliknya masing-masing.
Pasalnya, setelah penggerebekan Jumat 9 Oktober kemarin, mereka tidak bisa kembali ke kamar kosnya masing-masing. Akibatnya mereka tidak bisa beraktivitas, karena barang-barang kebutuhannya masih berada di kamar kos.
Namun, keinginan mahasiswa tersebut ditolak kepolisian dengan alasan, harus menunggu pimpinannya. Polisi meminta agar para mahasiswa bersabar.
Ian, mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah yang menginap di kamar nomor 3 mengatakan, hanya ingin mengambil uang, identitas, serta beberapa pakaian. Agar bisa beraktivitas kuliah.
Sampai saat ini, Ian belum berganti pakaian sejak kemarin, dan tidak mengenakan alas kaki. "Saya hanya ingin mengambil uang agar bisa pulang dan mengambil identitas mahasiswa agar bisa kuliah," katanya di lokasi, Sabtu (10/10/2009).
Dia juga menyesalkan sikap rektorat UIN yang tidak mempedulikan nasib mahasiswanya yang kni sedang terlantar. "Kami bingung juga, ingin mengadukan sebagai mahasiswa, tapi tidak memegang identitas," katanya.
Kini puluhan mahasiswa kos Semanggi II harus menumpang di kos teman-temannya yang berada di sekitar TKP. Para mahasiswa berharap kasus ini segera diselesaikan, karena mereka hanyalah korban.
(Hariyanto Kurniawan)