TULUNGAGUNG - Sekte Baha'i yang menggegerkan warga Tulungagung, Jawa timur, ternyata memiliki kantor pusat di Jakarta.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Intel Kejari Blitar Slamet SH usai memeriksa para petinggi Sekte Baha'i di Jawa Timur, Senin (26/10/2009). "Pusat Baha'i ada di Jakarta," ujarnya.
Dalam pemeriksaan, para petinggi Sekte Baha'i yaitu Slamet Riyadi, Said, dan seorang perempuan (anak Sulur), menerangkan keyakinannya bersifat independen. Baha'i tidak berafiliasi dengan agama manapun.
Baha'i juga mengajarkan umatnya untuk mencari kebenaran dan kejujuran. Bahkan penganut Baha'i tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada orang lain, untuk mengikuti dogmanya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Kejari Blitar menyita dua kitab dari Sekte Baha'i. Yakni Kitab Baha'ullah dan Kalimat Tersembunyi yang di antaranya berisi percakapan Tuhan dengan Umat. Kedua buku itu diterbitkan Lembaga Majelis Rokhani Baha'i Indonesia, Jakarta.
Dalam pemeriksaan yang berlangsung dua jam, Slamet Riyadi sempat merayu Kasi Intel Slamet SH untuk turut menjadi pemeluk Baha'i. "Saya sempat diajak masuk. Namun saya tolak," ujar Slamet dengan tersenyum.
Mengenai kepastian apakah ajaran Baha'i menodai agama lain atau tidak, menurut Slamet, Majelis Ulama Indonesia yang bisa menentukan.
(Muhammad Saifullah )