Polisi Temukan Buku Cara Rakit Bom di Cimahi

Koran SI, Jurnalis
Jum'at 06 November 2009 04:02 WIB
Share :

CIMAHI - Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri mengamankan buku yang berisi cara merakit bom pascaledakan di rumah Abda Dzikri (24) di Kampung Cipanawar RT 1/9, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat, kemarin.

Selain itu, bahan kimia yang digunakan dalam perakitan bom yang meledak pada Rabu(4/11) juga dipastikan berjenis low explosive. Hal ini berhubungan dengan berbagai keterangan warga di sekitar lokasi kejadian yang menyebutkan sempat melihat Abda membeli korek api dalam jumlah banyak.

"Kami menemukan buku rangkaian bom dan akan diselidiki lebih lanjut dari mana dia mendapatkannya," tutur Kepala Balistik Mabes Polri Kombes Pol Amri Kamil seusai melakukan olah TKP kemarin.

Menurutnya, bahan low explosive tersebut kemungkinan besar merupakan bahan kimia yang biasa digunakan untuk pembuatan korek api seperti sulfur dan plorat. Meski demikian, bom tersebut dikategorikan dalam bahan peledak berdaya ledak rendah, tapi cukup berbahaya, apalagi jika dikombinasikan dengan korek api dalam jumlah yang banyak.

Olah TKP mulai dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB. Tim Puslabfor melakukan pemeriksaan secara terperinci di sekitar ruangan yang terjadi ledakan. Hingga kemarin rumah milik Sunengsih (50), ibu Abda, itu masih menjadi pusat perhatian warga. Warga sekitar tampaknya khawatir ada keterkaitan keluarga Sunengsih dengan jaringan teroris sehingga polisi serius menangani kejadian tersebut.

Namun,hingga saat ini belum ada keterangan ataupun kesaksian yang mengaitkan adanya hubungan dengan jaringan teroris. Abda yang menjadi korban ledakan mengalami luka pada bagian wajah, dada, dan tangan.

Dia masih dirawat intensif tim medis Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih, Bandung. Berdasarkan sumber di RS Sartika Asih,pemuda tersebut kemungkinan besar akan mengalami kebutaan permanen pada mata kanannya. Abda,pelaku dan korban ledakan di rumahnya,diduga melakukan aksinya karena ingin bunuh diri.

Hal ini terungkap dari keterangan neneknya,Mamah Juariah (75) saat menunggui Abda menjalani operasi di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih,Bandung,kemarin. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Achmad Dade menuturkan, pihaknya hingga saat ini belum bisa memeriksa atau meminta keterangan dari pelaku sekaligus korban, Abda. "Dia masih luka dan perlu perawatan di RS Sartika Asih, jadi belum bisa ditanyai lebih lanjut," ungkap Dade kemarin.

Selain itu, dia juga belum bisa memastikan ledakan tersebut berasal dari bahan peledak yang biasa digunakan teroris atau bukan. "Kita masih melakukan pendalaman untuk mengetahui bom yang dirakit Abda. Pendalaman barang bukti dilakukan Puslabfor Mabes (Polri)," tegas Dade. Menurut dia, bahan peledak yang digunakan pelaku adalah serbuk korek api yang digabungkan menjadi satu.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya