Soal Suap KPK, Antasari Takut Celaka

Insaf Albert Tarigan, Jurnalis
Minggu 08 November 2009 17:19 WIB
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar.
Share :

JAKARTA - Sekali lagi mantan Ketua KPK Antasari Azhar menegaskan sikapnya untuk menelusuri informasi adanya penyuapan kepada pimpinan KPK. Ini merupakan bentuk cintanya pada KPK. Selain itu, jika informasi penyuapan itu tidak disikapinya malah akan membuatnya celaka.

Demikian diungkapkan Antasari saat diberi kesempatan Tim 8 untuk memberikan keterangan pers di Gedung Wantimpres, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2009).

"Jika anda di posisi saya sebagai Ketua KPK yang sedang giat-giatnya memberantas korupsi, saya tidak ingin KPK terkena. Sehingga kalau saya mendapatkan info seperti itu, kalau tidak saya sikapi, malah saya bisa celaka," tutur Antasari yang didampingi kuasa hukumnya Juniver Girsang, Ari Yusuf Amir, dan anggota Tim 8 Anies Baswedan.

Dirinya merasa tidak yakin, ada oknum KPK yang menerima suap dari bos PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo. Maka itu saat bertemu Anggoro untuk mengklarifikasi penyuapan tersebut, Antasari berkali-kali menegaskan ketidakpercayaannya.

Saat ditanya, apakah terdapat bukti-bukti yang diserahkan Anggoro selain testimoninya, Antasari menggeleng. "Kalaupun bukti-bukti konkret yang dimaksud dalam pasal 180 KUHAP (tentang saksi), tidak ada. Yang pasti waktu itu nama Yulianto tidak ada. Yang ada nama Toni (belakangan diketahui merupakan Anggodo), dan Ade (Rahardja)," terangnya.

"Kapolri bilang bapak kirim surat ke DPR agar kasus penyuapan itu diusut, untuk menandakan bahwa bapak tidak dipaksa?" tanya salah seorang wartawan.

"Saya rasanya tidak pernah surati DPR. Karena saya tahanan dan saya dalam tahanan terus," bantahnya.

"Mudah-mudahan kasus ini cepat selesai. Jangan berasumsi. Kalau dugaan terbukti ya dilanjutkan. Kalau tidak jangan dipaksakan. Saya cintai KPK, karena saya mantan ketua. Saya cintai Kejaksaan, karena juga pernah di Kejaksaan. Saya mencintai Kepolisain, karena tanpa kepolisian tidak bisa," ujarnya.

(Hariyanto Kurniawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya