JAKARTA - Para sales promotion girl (SPG) Stock Junction PT Ahluwalia tidak hanya mendapat penganiayaan fisik dari bosnya, Ricky Ahluwalia. Mereka juga mendapat perlakuan tak senonoh dari pria keturunan India itu.
"Teman-teman saya mendapatkan pelecehan seksual, tapi saya tidak," ujar Soviyanti, salah seorang korban di Mapolres Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2009).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ricky mempertontonkan alat vitalnya di depan para SPG. Dia lantas mengancam bakal memperkosa para SPG. Namun hal itu urung dilakukan karena Ricky tak mau mengotori kemaluannya. "Korbannya berinisial PY dan AN," ungkap Sovi.
Kejadian penganiayaan plus perbuatan tak menyenangkan itu bermula dari laporan salah seorang SPG, Peny kepada atasannya, Nunik. Dalam laporannya Peny menyebut Rita, penyelia saat bekerja di cabang perusahaan Fashionmart di Jalan Fatmawati, suka mencuri uang hasil penjualan toko. Jumlahnya bervariasi antara Rp5 juta-Rp25 juta
Laporan ini lantas disampaikan Nunik kepada Ricky. Bos PT Ahluwalia itu lantas memanggil para SPG yang pernah menjadi bawahan Rita secara bertahap pada Sabtu, 7 November dan Minggu, 8 November.
Penny dan Anita mendapat giliran pertama dipanggil. Keduanya lantas diinterogasi Ricky, Suhari, dan Kadut. Kedua SPG itu lantas dianiaya, bahkan dipaksa meminum air WC, agar mengakui perbuatan mencuri uang. Mereka juga dipaksa mengundurkan diri sebagai karyawan.
Sehari kemudian, belasan SPG lain juga dikumpulkan di kantor pusat PT Ahluwalia di lantai III Jalan Pintu Air 5/53 H, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Tak beda dengan dua rekannya, para SPG ini juga dianiaya agar bersedia mengakui telah mencuri. "Saya ditampar tiga kali. Teman-teman lain ada yang disuruh merangkak seperti anjing dan menjilat sandal Ricky," ungkap dia.
(Muhammad Saifullah )