JAKARTA - Dalam konferensi pers yang digelar Mabes Polri untuk menangkis tuduhan adanya rekayasa penahanan mantan Ketua KPK Antasari Azhar seperti yang diungkap Kombes Pol Williardi Wizar, diputar tiga cuplikan video.
Video pertama adalah suasana pemeriksaan terhadap Williardi Wizar di mana dalam rekaman tersebut Williardi tampak mengenakan kaus berwarna gelap. Dia berada di sebuah ruangan. Williardi tampak berbicara sambil menghisap rokok putih.
"Lihat saja tidak ada tekanan, dia bebas merokok, tidak ada tekanan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna kepada wartawan, Rabu (11/11/2009). Sayang, dalam video itu tak begitu jelas apa yang diucapkan Williardi.
Video kedua, menurut Nanan, adalah video yang menunjukkan bahwa testimoni Antasari tidak dibuat atas intervensi penyidik. Dalam gambar terlihat, Antasari ditemani pengacaranya, Juniver Girsang menemui pimpinan KPK untuk mengambil laptop yang berisi file terkait testimoni Antasari di KPK.
Berulang kali Nanan meminta video itu dihentikan sejenak dan memberikan penjelasan kepada wartawan. " Coba pause. Dengar, saya minta izin masuk ruangan karena ini ruangan saya, saya masih ketua KPK," terang Nana coba menjelaskan apa yang diucapkan Antasari yang terlihat sedang berbicara dalam rekaman itu.
Menurutnya, rekaman itu merupakan fakta bahwa Antasari tidak ditekan untuk memberikan testimoni mengenai adanya dugaan suap pimpinan KPK. Nanan pun merinci kronologinya.
Antasari, katanya, membuat testimoni pada 16 Mei. Lalu pada 26 Mei penyidik mendatangi KPK dan menyita tujuh item barang bukti. Kemudian, Antasari meminta penyidik untuk kembali ke KPK untuk mengambil laptopnya, yang menurutnya berisi bukti terkait kasus.
Pada 11 Juni, Antasari dan penyidik kembali ke KPK untuk mengambil laptop dinasnya yang masih berada di ruangan KPK. Seperti diketahui, laptop itu berisi rekaman pembicaraan Antasari dan bos PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo yang mengaku diperas pimpinan KPK.
"Saat itu penyidik belum tahu tentang testimoni, dan fokus mengusut Pasal 340 tentang pembunuhan berencana," kata Nanan mencoba meyakinkan.
Kemudian Nanan mengatakan bahwa Antasari sendiri lah yang menunjukan di mana file terkait testimoni itu disimpan.
Sekali lagi Nanan menyatakan bahwa pengungkapan video ini merupakan langkah Mabes Polri untuk menyeimbangkan berita yang ada, setelah Williardi bersaksi di PN Jakarta Selatan kemarin. Di mana dia mengaku keterangannya di BAP sebelumnya bahwa Antasari Azhar adalah otak pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen, dibuat di bawah tekanan dari petinggi Polri.
"Kami bukan ingin berdebat, tapi untuk kepentingan publik harus kami sampaikan, bahwa tidak ada paksaan dan tekanan," kata Nanan.
(Fitra Iskandar)