JAKARTA - Dugaan bos PT Ahluwalia Ricky Ahluwalia melakukan penganiayaan terhadap 25 SPG-nya semakin kuat. Setelah Polisi membekuknya, korban kekerasan tersebut akhirnya berani buka mulut.
Seperti diutarakan Penny Purwaningsih (28), penjaga outlet Kartika Chandra yang dikelola oleh PT Ahluwalia. Wanita yang baru empat bulan bekerja di tempat itu mengaku sempat disekap dan ditampar di bagian pipi dan leher.
Penny disekap oleh Ricky di lantai 3 dari pukul 14.30 hingga 22.00 WIB. Parahnya lagi, selama disekap korban tidak diberi makan dan minum. "Kalau mau minum disuruh minum air WC itu," ujarnya kepada okezone di Polres Jakarta Pusat, Jumat (13/11/2009).
Selain itu, Penny mengaku dipaksa menandatangi pernyataan bahwa dirinya telah mencuri dan wajib menganti uang sebesar Rp5-25 juta. "Saya bingung, apa yang hilang dan apa yang dicuri? Tapi saya tidak boleh bicara sama sekali," ceritanya.
Baru sekira 22.00 WIB lebih, Penny dibebaskan oleh tersangka. "Yah merasa lega walaupun sebelum dikeluarkan dari sekapan muka saya dicoret-coret pakai spidol dan diancam kalau mengadu di luar akan diteriaki maling," ungkapnya.
Meski akhirnya dilepas, kartu ATM dan kartu Jamsostek ditahan pelaku penganiayaan yang berhasil ditangkap polisi di tempat persembunyiannya di kawasan Jakarta Pusat. Sementara itu ijazah diberikan, tapi Penny dipaksa untuk melakukan pengunduran diri sepihak.
"Saya sudah lima kali tanda tangan, tapi pernyataannya tidak boleh ada yang dibaca. Yang terakhir saya disuruh menandatangani surat pengunduran diri dan pernyataan bahwa gaji saya terakhir tidak diberikan," tutur Penny.
Menurut dia, selain melakukan tindakan kekerasan kepada anak buahnya, Ricky juga melakukan penipuan dalam berbisnis. Yakni, menjual barang yang dibilang ke konsumen impor seperti jaket padahal didatangkan dari Bandung.    Â
(Dadan Muhammad Ramdan)