Bahaya, Tanah Retak Semakin Menjalar

Toni Kamajaya, Jurnalis
Minggu 15 November 2009 13:55 WIB
Retakan tanah. (Foto Dok: Nanang Kuswara/SI)
Share :

SUKABUMI  - Sebanyak 40 kepala keluarga  yang bermukim di Kampung Pasiripis, Desa/Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, terancam pergeseran tanah. Atas kondisi tersebut Satuan Koordinasi Pelaksana Penaggulangan Bencana dan Pengungsi (Satkorlak PBP) menyatakan status siaga.

Berdasarkan pantauan Seputar Indonesia, retakan tanah yang cenderung melingkari perkampungan itu memiliki kedalaman hingga kurang lebih 5 meter. Sejak memasuki musim penghujan beberapa pekan lalu, retakan tanah tersebut semakin melebar dan menjalar di antara rumah warga.

Disamping itu, retakan juga semakin melebar setelah adanya pengikisan akibat rembesan air yang berasal dari saluran irigasi yang melintasi perkampungan.

"Retakan tanah itu sudah ada sejak musim kemarau lalu, namun kondisinya semakin parah ketika memasuki musim hujan. Meski sejauh ini belum ada rumah warga yang rusak akibat retakan tenah tersebut, namun ancaman terbesar adalah bencana longsor. Sebab pemukiman warga ini berada diantara lereng bukit," ungkap Dede ( 45), salah seorang warga Pasiripis.

Sementara itu, Petugas Satkorlak PBP Kecamatan Gunungguruh, Sumantri menerangkan lembaganya telah menetapkan status siaga terhadap gejala alam yang melanda Kampung Pasiripis.

Warga dihimbau dapat lebih mewaspadai perkembangan keretakan tanah. Jika retakan itu semakin melebar atau memanjang, maka langkah yang harus segera ditempuh warga adalah mengungsi.

Sementara itu Kepala Seksi Pendataan dan Informasi Bencana Alam Dinas Sosial (Dinsos) Kabuaten Sukabumi, Amir Hamzah, menerangkan untuk mengantisipasi pergeseran tanah yang dapat berpotensi terjadinya bencana longsor, telah dilakukan upaya pemasangan patok di titik rawan keretakan tanah.

"Sampai saat ini kami belum menentukan rencana relokasi. Namun upaya menghindari bencana, sudah dilakukan dengan pemasangan patok yang akan berfungsi menahan keretakan tanah agar tidak semakin melebar atau menjalar lebih jauh. Untuk mewaspadainya, kami telah menempatkan dua orang petugas satrkorlak di sekitar lokasi," terang Amir.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya