SURABAYA - Meski dikecam sebagai orang yang paling bertanggung jawab membawa virus untuk kepentingan negara lain, namun Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih keukeuh tidak akan mengubah kebijakannya itu.
"(Membawa virus ke negara lain) itu lain masalah. Untuk penelitian itu masih dimungkinkan," kata Endang usai mendampingi Wapres Boediono dalam peluncuran bibit vaksin H1N1 dan H5N1, di Universtas Airlangga Surabaya, Senin (16/11/2009).
Secara kebijakan dalam undang-undang kesehatan, kata Endang, Indonesia terbuka bagi kerjasama kesehatan dengan pihak mana pun.
"Penelitian kan bisa untuk macam-macam. Bisa untuk tes, diagnostik dan lain sebagainya. Indonesia tidak membatasi itu," kata Endang.
Sehingga, kata dia, jika Indonesia diajak kerjasama dengan pihak mana pun boleh saja.
Di awal terpilihnya Endang sebagai menteri kesehatan terjadi kontroversi  seputar kredibilitasnya. Endang dicurigai memiliki akses keluar masuk dengan bebas di Naval Medical Research Unit (Namru) 2, yaitu laboratorium penelitian biomedis yang meneliti sejumlah penyakit menular.
Naval ini juga disinyalir  untuk kepentingan dan keamanan anggota angkatan laut Amerika Serikat (AS). (ded)
(M Budi Santosa)