BANDUNG - Belasan balita di lokasi pengungsian korban banjir Kampung Cieunteung, Baleendah, Kabupaten Bandung, hingga saat ini masih telantar. Mereka belum mendapatkan bantuan pakaian dan selimut, sehingga terpaksa mengenakan baju seadanya.
"Di sini ada tiga bayi di bawah satu tahun dan sekira 15 balita. Mereka belum mendapat bantuan pakaian dan selimut. Yang ada hanya bantuan berupa bubur bayi," kata Iis (35), salah seorang pengungsi, saat ditemui okezone di lokasi pengungsian, Minggu (22/11/2009).
Iis sendiri memiliki bayi yang baru berusia dua bulan bernama Muhammad Rizki Ramdani. Dia mengaku bingung karena seluruh pakaian, termasuk pakaian bayi semuanya terendam.
"Anak saya sekarang hanya mengenakan pakaian seadanya, karena semua pakaian terendam. Ketinggian banjir di rumah saya mencapai dua meter," kata Iis.
Menurut Iis, saat ini, bantuan dari para donatur saat ini masih minim. Di antaranya nasi bungkus, beras, dan mi instan. Sampai saat ini, belum ada bantuan pakaian yang dibutuhkan warga.
Pantauan okezone, lokasi pengungsian lebih banyak dihuni oleh kaum ibu dan anak-anak. Sementara sebagian pria, memilih tinggal di rumah. Sebagian listrik di rumah warga juga sudah dimatikan, terutama di rumah yang ketinggian airnya sudah mencapai satu meter lebih.
(TB Ardi Januar)