MAKASSAR - Kemunculan Malarangeng bersaudara, Andi Alfian Malarangeng, Andi Zulkarnaen Malarangeng, dan Andi Rizal Malarangeng beserta keluarganya di kediaman mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jalan H Bau No 16 Makassar, tadi malam, cukup menarik perhatian.
Sebenarnya apa di balik pertemuan tiga orang kepercayaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan JK? Apakah sebatas silaturahmi biasa, atau membawa pesan khusus terkait skandal Bank Century? Terlebih beberapa hari terakhir ini, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu lantang berbicara di media massa yang siap buka-bukaan soal kasus Century jika diminta ke Senayan.
Namun Andi Alfian Malarangeng cepat-cepat menegaskan bila pertemuan dengan JK itu hanya silaturahmi biasa. Bahkan mantan Juru Bicara Presiden yang kini diamanahi sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga itu ingin belajar banyak dari JK.   Â
Hal tersebut dikatakannya sesaat sebelum masuk rumah JK sekira 20.00 WIT, Jumat (27/11/2009) malam. Namun silaturahmi tersebut berlangsung tertutup. Alfian mengatakan, momen Lebaran Haji adalah waktu yang tepat untuk bersilaturahmi dengan JK. Sebagai menteri baru dan putra Sulawesi Selatan, dia ingin belajar banyak diplomasi kepada JK.
"Saya menteri baru, saya perlu belajar banyak dari JK. Ini adalah hari yang baik karena hari raya umat Islam dan bulan baik juga. Yang muda harus banyak belajar ke yang lebih tua," papar Alfian.
Sementara itu, saat masuk ke ruang tamu, Alfian seraya membungkukan badan sambil memegang lutut JK, sebagai tanda hormat. Sesat kemudian menyalami JK sebelum duduk di kursi yang telah disediakan. Saat Malarangeng bersaudara tiba di rumah JK, diikuti rombongan Walikota Makassar Ilham Arif Sirajudin, Ketua KPUD Sulsel Azwar Hasan dan disusul anggota DPD asal Sulsel Aksa Mahmud.
Dari informasi yang dihimpun, Aksa yang memfasilitasi pertemuan tersebut. Aksa dikenal dekat dengan JK, karena saudara iparnya JK dan cukup disegani oleh Malarangeng bersaudara. Pertemuan Andi Alfian Malarangeng dengan JK merupakan pertemuan pertama setelah pernyataan kontroversial yang dilontarkan Andi Alfian saat kampanye Pilpres lalu. Saat itu Andi mengatakan,"Ada saatnya orang Bugis jadi presiden."
Saat ditanya kedatangan untuk meminta maaf secara khusus terkait pernyataannya itu, Andi Alfian membantah. "Yang berlalu-biarlah berlalu. Sudah lah," tukas Andi.
(Dadan Muhammad Ramdan)