PADANG - Ribuan jamaah Syattariyah di Sumatera Barat hari ini baru melaksanakan salat Idul Adha. Mereka menjadikan bulan sebagai acuan jatuhnya tanggal 10 Zulhijah 1430 H.
Demikian dikatakan tokoh agama di Mesjid Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Tuanku Qadhi Ulakan Ali Imran Tuanku Bagindo pada okezone via telepon (28/11/2009)
†Seluruh jamaah Sattaryah mulai Pariaman dan sekitarnya baru melaksanakan malam takbiran Idul Adha 1430, yang akan diteruskan dengan pelaksanaan Shalat Ied pada besok sekitar pukul 7.30 WIB Minggu sebagai hari jatuhnya 10 Zuhijjah, karena bulan sebagai acuan kami baru nampak petang tadi,� ujarnya.
Jamaah Syattariyah dikenal memiliki banyak pengikut di Sumatera Barat. Sejumlah kawasan menjadi lumbung umat mereka. Seperti di Kabupaten Padang Pariaman hampir setengahnya adalah Jamaah Syattariyah. Sebab, disitu terdapat makam Syech Burhanuddin sebagai tokoh penyebar aliran tersebut.
Selain Padang Pariaman, jamaah tersebut juga terdapat di beberapa tempat seperti Kabupaten Pesisir Selatan, Sijunjung, Batu Sangkar, Solok dan beberapa kawasan lainnya.
Jamaah ini tergolong tradisional, seperti dalam menentukan kapan mulai puasa dan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Untuk mennetukan hari raya mereka harus melihat bulan terlebih dahulu secara kasat mata. Misalnya, jika pada hari raya Idul Fitri bulan tak tampak maka mereka akan mengenapkannya menjadi 30 hari sama seperti menentukan hari raya Idul Adha.(bul)
(Hariyanto Kurniawan)