BANDUNG - Seorang penderita kaki gajah ditemukan di Kota Bandung. Enok Supiati (47), warga Gang Madrasah RT 6 RW 7 Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, sudah empat tahun mengidap penyakit filariasis atau kaki gajah. Kaki sebelah kirinya membengkak dari jari hingga paha. Terakhir, saat dihitung, ukuran lingkar pahanya mencapai 70 Cm.
"Sudah empat tahun kaki saya membengkak. Awalnya saya pikir pegal-pegal biasa. Memang sempat terasa gatal, meriang, terus tiba-tiba memerah. Makanya, saya biarin aja, tidak diobatin. Tapi lama-lama, bengkaknya semakin membesar," kata Enok, saat ditemui wartawan, di kediamannya, Minggu (29/11/2009).
Enok mengaku baru berobat ke dokter pada tahun 2008. Itu pun, kata dia, karena diajak oleh keponakannya untuk membuat kartu gakin (keluarga miskin) di RS Hasan Sadikin Bandung. Setelah berobat, kata dia, dokter menyatakan dirinya terkena penyakit kaki gajah atau filariasis. Oleh dokter, Enok kemudian diberi obat.
"Tapi karena obatnya mahal, saya berhenti berobat. Harga obatnya Rp80 ribu untuk lima hari. Ya, karena saya tidak punya uang, pengobatan kemudian terputus. Memang, untuk ke dokternya gratis. Tapi kalau obatnya, tetap harus bayar," kata Enok.
Sejak putus pengobatan, lanjut Enok, bengkak di kaki kirinya semakin membesar. Malah, kata dia, sekarang sudah menular ke kaki kanan, tapi belum membesar. Ia kemudian baru kembali berobat ke RS Hasan Sadikin pada 12 November silam. Selama sembilan hari, Enok dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung.
"Saya dirawat dari 12 November dan pulang kembali ke rumah 21 November. Oleh dokter, saya tidak di apa-apakan. Katanya sih mau dioperasi, tapi tidak juga. Kemudian saya dikasih obat generik yang harus diminum setiap hari," ujar istri Ipin Aripin (50) ini, sambil memegang kaki kirinya yang bengkak.
(Fitra Iskandar)