BANDUNG - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie atau akrab disapa Ical, mengimbau agar Ketua DPD Tingkat I Partai Golkar tidak berorientasi menjadi kepala daerah.
Sebab, kata dia, selain harus berkonsentrasi pada keberlangsungan partai, ketua harus melihat potensi kader lainnya untuk didorong menjadi gubernur atau bupati/wali kota.
"Gubernur atau wali kota saat ini dikehendaki rakyat. Jika memang populer dan dikehendaki rakyat silakan maju. Yang harus didorong untuk maju adalah kader partai yang memiliki popularitas di mata rakyat. Jika semua ketua DPD Golkar ingin maju menjadi kepala daerah ya repot kita," kata Ical,dalam sambutannya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Jabar di Hotel Savoy Homann, Minggu malam (29/11/2009).
Â
Musda tersebut rencananya akan memilih Ketua DPD I Partai Golkar Jabar. Empat Calon akan memperebutkan kursi tersebut, yakni Wali Kota Bandung Dada Rosada, Bupati Indramayu Irianto MS Syaifuddin, Anggota DPR Eldie Suwandie dan Ketua DPD Tingkat II Kota Bogor Fitri Putra Nugraha.
Menurut Ical, DPP akan menggelar survei internal dan eksternal yang nantinya akan menghasilkan nama untuk didorong menuju pencalonan kepala daerah. Survei tersebut, lanjutnya, akan dilaksanakan beberapa bulan sebelum pencalonan.
Ical berharap, sebelum pemilihan, ketua DPD I Jabar yang baru, bisa ditunjuk melalui musyawarah. Jika musyawarah tidak menghasilkan satu nama, pemilihan menjadi jalan satu-satunya.
"Tapi alangkah lebih baik digelar musyawarah terlebih dahulu. Ini sesuai dengan namanya musyawarah daerah. Sebelumnya di 18 musda, 17 di antaranya selesai melalui musyawarah, kenapa di sini tidak bisa? Lepaskanlah ego masing-masing," kata Ical.
(Fitra Iskandar)