JAKARTA - Panitia khusus (pansus) angket Bank Century, sejauh ini belum merencanakan siapa saja yang akan dipanggilnya terkait skandal aliran dana Bank Century.
"Tadi malam itu disepakati, pansus akan kembali rapat tanggal 14 (Desember). Tapi bukan berarti sampai tanggal 14 tidak bekerja. Pansus menugaskan kepada pimpinan, untuk menyiapkan rancangan tahapan kerja, rancangan biaya, yang itu nanti akan dibahas, dan ditetapkan tanggal 14," papar anggota Pansus Anas Urbaningrum di sela Rapimnas Partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (5/12/2009).
Saat ditanya, apakah Pansus sudah memastikan akan memanggil Sri Mulyani, Boediono, dan Jusuf Kalla, Anas juga tidak bisa menyebutkannya. Anas kembali menyebut tanggal 14 Desember, sebagai tanggal kerja Pansus.
"Belum, nanti tanggal 14, tapi seluruh pihak yang terkait dengan perkara Bank Century tentu akan dihadirkan untuk didengarkan keterangannya," terangnya.
Namun Anas menjanjikan, Pansus angket akan bekerja dengan objektif. Siapa pun pihak yang dinilai penting akan dihadirkan. Anas juga memastikan, tidak akan ada bargaining politik dalam melakukan pemanggilan terhadap nama-nama yang terkait Bank Century.
"Kalau melihat suasana kebatinan di pansus, semangat yang berkembang di pansus itu terasa betul semangatnya sama. Jadi apa yang disebut bargaining itu, jadi tidak relevan," tukasnya.
Sejauh ini, Pansus Angket belum berencana bekerjasama dengan KPK. Karena menurut Anas, Pansus dan KPK memiliki wilayah yang berbeda. "Kalau di DPR kan proses pengawasan politik Pansus, kalau KPK kan proses penegakkan hukum," terangnya.
Tidak adanya kerjasama ini juga termasuk soal data-data skandal Bank Century. "Kan KPK juga mintanya dari BPK, DPR juga minta data dari BPK. Jadi datanya sama," tandasnya.
(Hariyanto Kurniawan)