MAKASSAR â€" Diskriminasi terhadap penyandang cacat baik oleh keluarga mereka, masyarakat, pemerintah dan terutama oleh negara kembali diminta dihapuskan. Kali ini tuntutan disuarakan oleh puluhan aktivis dari Perhimpunan Mahasiswa Ortopedagogik Indonesia dalam aksi unjuk rasa di depan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.
Unjuk rasa ini merupakan bagian dari peringatan hari penyandang cacat internasional tiap tanggal 3 Desember. Dalam aksi yang berlangsung sejak pukul 11.00 WITA tersebut, aktivis mengusung slogan †Kecacatan bukan menjadi penghalang untuk meraih kesuksesan.�
†Kami meminta kepada seluruh unsur maupun instansi pemerintah untuk menghapuskan segala aturan yang diskriminatif terhadap penyandang cacat dan memperhatikan kebutuhan penyandang cacat di fasilitas publik,� ujar koordinator aksi Abdul Rahman, Sabtu (5/12/2009).
Menurut Rahman, sejauh ini belum ada kemajuan signifikan dalam upaya pemerintah menghilangkan diskriminasi terhadap penyandang cacat. Sehingga, penyandang cacat justru kian terpinggirkan dan kesulitan memperoleh pekerjaan layak.
Usai melakukan orasi, rencananya massa aksi akan bergerak menuju rumah dinas gubernur Sulawesi Selatan dan rumah dinas ketua DPRD Sulawesi Selatan. Rahman berharap mereka dapat menemui kedua pejabat tersebut agar permintaan mereka terealisasi. (abe)
(Hariyanto Kurniawan)