JAKARTA - Aksi unjuk rasa memperingati Hari Antikorupsi pada 9 Desember mendatang diperkirakan bakal ramai. Bagaimana tidak, diprediksi sekira 10.000 hingga 100.000 orang yang akan ikut dalam aksi unjuk rasa ini.
"Ya sekira 10.000 sampai 100.000 orang, dari FB (Facebook) dan masyarakat yang langsung datang," ujar juru bicara Gerakan Indonesia Bersih (GIB) di Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (7/12/2009).
Menurutnya, 9 Desember sebagai Hari Antikorupsi Sedunia merupakan momen untuk menjadikan Indonesia lebih bersih. Contohnya  dari kasus pimpinan KPK dan Century.
Dia membantah bahwa aksi ini sebagai upaya pemakzulan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebab menurut dia pemakzulan bukanlah perkara yang gampang.
"Itu bisa dilakukan kalau presiden melakukan pelanggaran konstitusi. Jadi proses hukum menentukan. Kalau tidak ada masalah dengan hukum ya tidak usah ditakutkan. Pemberantasan korupsi kan nggak bisa melalui parlemen jalanan, yang penting penegak hukum nggak main-main, pansusnya jangan main-main, kalau main-main nanti akan timbul distrust," tandasnya.
Yudi Latif datang bersama perwakilan lainnya dari GIB. Kedatangan mereka untuk menyerahkan surat pemberitahuan rencana aksi 9 Desember. Dia menambahkan, kedatangannya sekaligus mengajak para penegak hukum berada pada garda terdepan untuk kasus pemberantasan korupsi.
"Kita ber-positif thinking bahwa semua penegak hukum dan semua elemen sudah saatnya bersatu dengan kekuatan masyarakat sipil, untuk membantu presiden merealisasikan janjinya di masa-masa pemilu. Di mana korupsi merupakan prioritasnya," pungkas dia.
(Lusi Catur Mahgriefie)