SBY: 9 Desember Telah Menjadi Simbol Perlawanan

Amirul Hasan, Jurnalis
Selasa 08 Desember 2009 21:56 WIB
Share :

JAKARTA - Menjelang aksi besar-besaran pada esok hari, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) malam ini berpidato di Istana Merdeka. Dalam pidatonya, Presiden mengakui tanggal 9 Desember telah menjadi simbol perlawanan bersama rakyat Indonesia.

Namun, simbol perlawanan yang dimaksud bukan dalam konteks makar terhadap pemerintah. "Tanggal 9 Desember telah menjadi simbol perlawanan bersama untuk menghentikan korupsi, yang di banyak negara telah menjadi wabah pembawa kesengsaraan rakyat," tegas SBY di Istana Merdeka, Selasa (8/12/2009) malam.

Karena itu, SBY kembali menegaskan akan senantiasa menggaungkan semangat dan kerja nyata dalam memberantas korupsi. Presiden pun mengajak seluruh elemen bangsa agar bergandengan tangan dan merapatkan barisan untuk terus melawan korupsi.

"Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, saya akan terus berjuang di garis paling depan bersama semua elemen pemberantasan korupsi untuk memimpin jihad melawan korupsi," ungkap dia.

Korupsi, kata SBY, kini telah menjadi musuh bersama. Musuh rakyat di seluruh dunia. Semangat itulah yang kemudian menjadi dasar ditetapkannya Hari Antikorupsi sedunia sejak tahun 2003 oleh PBB.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya