BANDUNG - Aktivitas sehari-hari yang biasanya disibukkan dengan segala rutinitas yang padat saat menjadi Gubernur Bank Indonesia, sudah berubah. Kini Burhanudin Abdullah yang juga narapidana kasus aliran dana Bank Indonesia yang mendekam di Lapas Sukamiskin banyak menghabiskan waktunya dengan menulis buku.
"Yah, saya selain berolahraga, palingan membaca dan juga kini tengah menulis buku karena sejak SD pun sudah begitu (menulis, red)," ungkap Burhanudi di Lapas Sukamiskin.
Saat ini, dirinya tengah merampungkan bukunya yang keempat setelah pada Juli 2009 lalu sukses menerbitkan buku berjudul Mengadili Dewan Gubernur Bank Indonesia yang sudah terjual 4.500 eksemplar. "Tapi sekarang lagi gak mood untuk nulis dan stag di bab 8 di halaman 387," ujarnya.
Rencananya, buku tersebut akan rampung pada bab ke-12. "Berarti tinggal 4 bab lagi, tapi lagi gak bisa berpikir," tambahnya yang masih menimang-nimang judul buku keempatnya itu.
Diterangkan Burhanudin, hingga saat ini sudah 3 buku yang ia buat. "Buku pertama dan kedua pas jadi Gubernur BI, judulnya Buka Jalan ke Arah Stabilitas, lebih ke moneter sih, dan yang kedua Menanti Kemakmuran Negeri," ungkapnya. Saat ditanya akan membuat buku apa lagi kelak bila masih di dalam lapas. Dirinya menjawab, "mungkin akan membuat sebuah novel."
Burhanudin juga berharap ketika bebas nanti bisa menjadi penulis. "Kalau jadi dosen mungkin sudah kadaluarsa ilmunya, tapi bila ada yang nawarin yah syukur," ungkapnya.
Ketika disinggung masalah yang tengah ramai saat ini yaitu kasus Bank Century. Buru-buru Burhanudin mengelak dan tidak ingin berkomentar. "Saya ikuti tetapi tidak mau berkomentar yang di luar lagi rame biarkan saja," ujarnya.
Untuk itu ditegaskannya, pendapatnya disimpen dulu hingga waktu yang tepat. Namun dirinya berkomentar, "bangsa kita kan seneng gonjang-ganjing. Saya ndak pingin bicara," tegasnya.
(M Budi Santosa)