YOGYAKARTA - Sebanyak 7.000 perempuan asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta dibutuhkan untuk bekerja di dua perusahaan elektronik Western Digital dan Sony di Kuala Lumpur, Malaysia.
Para tenaga kerja wanita dengan kualifikasi lulusan SMU dengan usia antara 18 hingga 35 tahun itu nantinya akan dikontrak selama dua tahun dengan penghasilan Rp3 juta per bulan.
"Perwakilan kedua perusahaan datang langsung ke Pemkab Bantul dan ditemui Bupati Bantul untuk menawarkan pekerjaan kepada 7.000 wanita asal Bantul untuk bekerja di perusahaan dengan gaji Rp3 juta dengan fasilitas lain seperti rumah tinggal dan fasilitas kendaraan asal jemput," ujar Sekda Kabupaten Bantul, Gendut Sudarta, Selasa (15/12/2009).
Perusahaan Western Digital dan Sony memberi waktu tiga bulan kepada pemerintah kabupaten Bantul untuk melakukan perekrutan dan pengiriman tenaga kerja dan bekerja sama dengan salah satu PJTKI. Nantinya mereka akan melakukan tes dan pelatihan keterampilan sesuai bidang yang nantinya akan dikerjakan.
"Untuk mencapai target, kita mulai hari ini melakukan sosialisasi melalui 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul. Kita berharap tenaga kerja wanita yang akan diberangkatkan nanti berasal dari KK miskin sehingga dapat menekan angka kemiskinan di Bantul," tandasnya.
Lebih lanjut Gendut menyatakan Pemkab Bantul akan memfasilitasi pemberangkatan mereka melalui kerja sama dengan Bank Bantul yang akan memberikan pinjaman sebesar Rp6 juta. Dana itu sebagai modal untuk mencari paspor, tiket pesawat pulang-pergi, dan keperluan lainnya.
"Cara pengembaliannya adalah potong gaji sebesar Rp600 ribu setiap bulannya," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Bantul Didik Warsito menyatakan, Pemkab Bantul tidak akan melepas begitu saja TKW yang nantinya akan dikirim ke Malayasia. Pemerintah akan melakukan pemantauan selama tiga bulan dengan mengantar langsung TKW ke perusahaan yang menampung mereka.
"Penghantar dari Disnakertrans nantinya juga akan meninjau langsung apakah TKW yang didatangkan dari Bantul langsung diperjakan atau tidak? Apakah perkejaannya sesuai dengan apa yang ditawarkan kepada TKW atau tidak?� paparnya.
Didik menyatakan hal ini setidaknya akan mengurangi pengangguran di Kabupaten Bantul yang saat ini mencapai 36.000 orang dengan jumlah KK miskin mencapai 47.000.
"Jika ada masalah dengan TKW dari Bantul di perusahaan mereka bekerja, Pemkab Bantul akan memfasilitasi dengan pemerintah Malaysia setempat atau pun melalui PJTKI yang memberangkatkan mereka di Malaysia," pungkasnya.
(Dian AF)