19-21 Desember, PBNU Gelar Pertemuan Ulama Dunia

Frida Astuti, Jurnalis
Rabu 16 Desember 2009 14:37 WIB
Hasyim Muzadi (Foto: Koran SI)
Share :

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui International Conference of Islamic Scholars (ICSI) akan menggelar pertemuan ulama dan cendekiawan internasional yang akan digelar pada 19 hingga 21 Desember mendatang.

Perhelatan yang dilaksanakan berbarengan dengan Muktamar NU ke-32 itu akan digelar di Hotel Sultan, Jakarta, dan mengambil tema "Upholding Solidarity and Unity in the Moslem World".

Sekira 100 ulama dan cendikiawan yang diundang antara lain, Ayattullah Muhammad Ali At Taskiri dari Iran, Muhammad salim Al Awwa (Mesir), Bassam Sabbagh (Suriah), Fathullah Zayadi (Libya), dan Muchsin abdul hamid (Irak).

Turut hadir cendekiawan dan ulama dari Palestina, Jordania, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura. Sementara dari Indonesia akan diwakili Alwi Syihab dan Said Agil Siraj.

Hal penting yang akan dibahas dalam konferensi seputar persaudaraan muslim seluruh dunia.

"Kami akan membicarakan negara-negara Islam yang bergolak, bukan negaranya yang garis keras. Tapi ada kelompok-kelompok kekerasan di negara itu," ungkap Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi saat konferensi pers di Kantor Pusat PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2009).

Dia menambahkan PBNU ingin mendikusikan dan bertukar pikiran terkait negara-negara yang sedang terjadi konflik, seperti Taliban dan garis-garis keras lainnya Pakistan.


Dalam kesempatan itu, lanjutnya, akan hadir juga Menko Polhukam Djoko Suyanto. "Akan diundang dan akan datang Menko Polhukam,karena apapun yang akan terjadi di dunia internasional akan banyak berpengaruh pada indonesia," terangnya.



Selain itu pihak lain yang akan diundang adalah Menteri Agama dan Menteri Luar.

"Target pertemuan ini adalah menciptakan kesepahaman antara umat Islam dari berbagai mazhab ideologi," tandasnya.

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya