JAKARTA - Pelaksana tugas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Tumpak Hatorangan Panggabean membacakan pantun dalam acara peluncuran buku karangan Bibit Samad Rianto, rekannya di KPK.
Tumpak mengaku iri kepada Bibit karena dalam aktivitasnya yang padat, namun masih sempat menulis karya yang bagus. "Saya akan membacakan puisi yang saya dapat dari Pak Tifatul," kata Tumpak merujuk pada Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring yang dikenal gemar berpantun di Jakarta, Rabu (16/12/2009).
Tumpak lantas memulai melantunkan pantunnya. "Musim hujan tak henti-henti, dua sejoli memadu kasih,"Â katanya disambut gerrr oleh peserta yang hadir.
Setelah berhenti sejenak, Tumpak pun melanjutkan pantunnya,"Mari kita berantas korupsi, untuk pemerintahan yang bersih."
Seperti diberitakan sebelumnya, Bibit meluncurkan buku berjudul Koruptor Go To Hell, Mengupas Anatomi Korupsi di Indonesia. Acara berlangsung di ruang Golden Ballroom Hotel Sultan Jakarta.
Turut hadir ekonom Kwik Kian Gie, Adnan Buyung Nasution, Todung Mulya Lubis, Sri Edhie Swasono dan segenap pimpinan dan mantan pimpinan KPK. Oleh panitia, Kwik Kian Gie dan Buyung didaulat menjadi komentator untuk membedah buku tersebut.
(Syukri Rahmatullah)