Subang Kembali Gelar Pengobatan Massal Kaki Gajah

Annas Nasrullah, Jurnalis
Rabu 16 Desember 2009 23:11 WIB
Share :

SUBANG - Pengobatan massal penyakit kaki gajah kembali digelar di Kabupaten Subang. Program pengobatan massal ini sempat vakum terkait ditemukannya kasus yang ditimbulkan akibat program pengobatan kaki gajah itu.  
"Pengobatan massal kaki gajah ke masyarakat sudah kembali kita lakukan dari pekan lalu sampai besok. Untuk periode terakhir program pengobatan massal kali ini, kami fokuskan di Kecamatan Pamanukan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Subang, Wawan Setiawan, Rabu (16/12/2009).
 
Tindakan ini dilakukan sebagai upaya eliminasi penyakit Kaki Gajah dengan dua strategi, yaitu pengobatan massal dan penanganan pasien. Program pengobatan massal sempat vakum terkait ditemukannya kasus yang ditimbulkan akibat program itu.
 
Sementara itu teknis penanganan pasien, pihak Dinas Kesehatan melakukan pemahaman terhadap penderita kaki gajah dan perlakuan pasien terhadap penyakitnya sendiri. Pada dua bulan sekali, pasien diikutsertakan dalam pembinaan kelompok perawatan diri di Puskesmas masing-masing.
 
Seperti diketahui jumlah warga Kabupaten Subang yang positif terjangkit filariasis sebanyak 75 orang. Sementara pasein yang masuk dalam kategori kronis atau sudah menjadi kaki gajah berjumlah 28 orang.
 
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Wawan Setiawan, Kabupaten Subang termasuk Kabupaten endemik penyakit Kaki Gajah. Hal ini dilihat dari hasil survei Dinas Kesehatan setempat yang menyebutkan dua Kecamatan yang masuk dalam Kategori Endemi virus Microfilaria Red tersebut adalah Kecamatan Pamanukan dan Dawuan.
 
Hal ini mengacu pada asumsi hasil survei yang dilakukan langsung ke masyarakat. Hasilnya dari 200 orang dalam satu desa yang disurvei didapati lebih dari 10 orang positif terkena virus microfilariared.
 
Jika kondisi yang sama terjadi dalam dua desa di satu Kecamatan, maka kecamatan tersebut disebut endemi. Demikian halnya, kalau ada dua kecamatan di satu kabupaten yang endemik, maka kabupaten tersebut sudah endemik.
 
Namun demikian, hasil survei yang dilakukan pada tahun 2009 ini, pihak Dinkes tidak menemukan kasus baru, atau nihil. "Pada tahun ini hasilnya negatif, artinya tidak ada kasus baru yang kita temukan, imbuhnya.
 

(Dadan Muhammad Ramdan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya