BANDUNG - Teka-teki dari mana asal pisau dapur yang digunakan napi Lapas Sukamiskin Rasit Darwis untuk melarikan diri, hingga kini masih belum terungkap. Namun, KaLapas Sukamiskin Murdjito menduga, pisau tersebut diambil Rasit dari tempat kegiatan atau bengkel para napi.
"Pelarian ini tampaknya sudah direncanakan, termasuk saat napi yang kabur membawa pisau. Memang kalau di blok kamar sudah steril, tidak boleh ada yang namanya senjata tajam. Tapi kalau di luar blok, ada tempat kegiatan napi, seperti bengkel," kata Murdjito kepada wartawan di Lapas Sukamiskin, Minggu (20/12/2009) malam.
Murdjito menambahkan, kemungkinan pelarian Rasit sudah direncanakan sebelumnya. Bisa saja, kata dia, teman-teman Rasit sudah berkali-kali datang membesuk Rasit ke Lapas Sukamiskin, sehingga hafal betul kondisi lapas.
"Ini baru pertama kali terjadi. Seperti di film-film saja, anggota saya ditembak. Sekarang kelingking kanannya harus diamputasi, karena selain mengenai dada dan paha, peluru menyerempet kelingking anak buah saya," kata Murdjito.
Lebih jauh Murdjito mengatakan, pihak lapas sendiri sebetulnya dilematis menyikapi keberadaan pisau dan alat-alat lain yang bisa disalahgunakan para napi.
"Kita dalam posisi dilematis. Di satu sisi kita melakukan fungsi pengamanan, di lain pihak kita juga berfungsi melakukan pembinaan. Nah, dari pembinaan itu, kita jabarkan dengan keterampilan seperti bengkel. Di bengkel kan bisa saja ada pisau," kata Murdjito.
(Dede Suryana)