JAKARTA - Di tengah kepanikan dan hiruk pikuknya orang-orang yang sedang berusaha mencari dan mengevakuasi para korban reruntuhan gedung Metro Tanah Abang, seorang wanita muda yang baru saja datang tiba-tiba berteriak histeris.
Wanita muda yang diketahui bernama Ida, tiba dengan meraung-raung, dan mencoba mendekati lokasi reruntuhan. Namun niat Ida, tertahan oleh seorang pria yang menahan lajunya.
Ida menangis hiteris, karena ayahnya yang bernama Amir, adiknya Asep, dan suaminya Iwan, ikut diduga ikut tertimbun di bawah reruntuhan bangunan bakal toilet Metro Tanah Abang itu.
Salah seorang kawan suami Ida, Aben (27), mengungkapkan ketiganya setiap hari beraktivitas di bawah gedung tersebut, selama proyek berlangsung. Mereka menyewakan troli untuk kepentingan proyek.
"Suaminya ini temen main bola saya," katanya, Rabu (21/12/2009).
Aben sendiri yang semula berniat mencari tahu nasib ketiganya, terpaksa tertunda ketika melihat Ida, yang kemudian histeris.
Bersama kerabat Ida, Aben kemudian membawa Ida ke selasar Metro Tanah Abang, yang tak jauh dari lokasi peristiwa untuk menenangkan keadaan. Kini Ida sudah berhasil dibawa oleh keluarganya untuk dibawa pulang.
(Hariyanto Kurniawan)