JAKARTA - Sikap keras Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap langkah Nadia Ilmira Arkadia mengganti statusnya menjadi perempuan menuai kritik pedas. Rekan gadis berusia 30 tahun itu menuding MUI diskriminatif.
“Kenapa kalau Dorce saja tidak terlalu dikritik. Itu artinya MUI diskriminatif,” ujar teman Nadia, Widodo Budidarmo saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Jumat (25/12/2009).
Selain kasus Dorce, Widodo juga sempat menyebut contoh kasus lain yang serupa dengan nasib Nadia. Bahkan kasus-kasus tersebut terjadi sejak lama di Indonesia. “Sejak tahun 1970-an kan sudah ada kasus ganti kelamin,” sebutnya.
Pembelaan Widodo kepada Nadia lantas tidak berhenti pada kasus-kasus serupa. Dia pun lantas beranjak ke persoalan personal. Disebutkan Nadia sudah sejak lama berkeinginan berganti jenis kelamin menjadi perempuan.
Karena itu, dari aspek fisik maupun psikologis telah dirombak habis-habisan oleh Nadia. “Berbicara medis sudah selesai, pengadilan pun sudah mengeluarkan putusan. Lalu apa yang dikontroversikan? Semua sudah clear,” tandasnya.
(Muhammad Saifullah )