JAKARTA - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) resmi mengusulkan Abdurrahman Wahid (Gus dur) sebagai pahlawan nasional. Surat usulan disampaikan langsung FPKB ke Departemen Sosial.
"Kami hari ini resmi mengusulkan Gus Dur sebagai pahlawan nasional," ujar Ketua FPKB Marwan Jafar kepada wartawan di Departemen Sosial, Jalan Salemba, Jakarta Pusat, Senin (3/1/2010).
Lebih lanjut Marwan menambahkan, alasan mengusulkan Gus Dur sebagai pahlawan nasional sederhana saja. Mantan Presiden ke-4 RI itu memang pantas dan tidak diragukan lagi sebagai pahlawan. Sebab, Gus Dur telah mendedikasikan dirinya untuk bangsa dan negara.
Gus Dur sudah mengabdi bagi negara jauh sebelum menjadi Ketum PBNU pada tahun 1984, dan terus berjasa hingga menjadi presiden.
"Saya kira hampir tidak ada tokoh setelah reformasi yang menyamai dia. Apalagi ditambah pandangan dia dalam pluralisme, hak asasi manusia," tambah Marwan.
Sebelum wafat, kondisi kesehatan Gus Dur drop ketika tengah berziarah ke makam Ibu Nyai Fatah di Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang. Sebelum ke Jombang, Gus Dur terlebih dulu menyempatkan diri bersilaturrahmi ke kediaman KH Mustofa Bisri di Rembang, Jawa Tengah.
Kamis 24 Desember lalu, Gus Dur sempat dilarikan ke RS Swadana Jombang namun kemudian dibawa ke RSCM. Jumat 25 Desember 2009, Gus Dur dirawat lantaran kadar gula darahnya turun. Selain itu di RSCM, Gus Dur juga menjalani pencabutan gigi.
(Dadan Muhammad Ramdan)