JAKARTA - Perang warga yang terjadi di Timika, Papua dalam beberapa hari terakhir membuat pihak keamanan kualahan. Polisi pun masih berusaha untuk mengamankan situasi konflik.
"Sekarang sedang dilakukan peredaman. Tapi masih belum berhasil dilakukan," kata Wakabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Dikdik Mulyana Arief kepada wartawan di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (7/1/2010)
Dikdik beralasan, susahnya polisi meredamkan konflik di Timika karena susahnya mengubah pemikiran warga yang sudah tertanam secara turun menurun.
"Mengubah pemikiran orang itu kan yang sulit," paparnya.
Dua kelompok warga Kwamki Lama, di Kelurahan Harapan, Timika, Papua terlibat bentrok. Mereka terlihat saling serang menggunakan berbagai senjata terutama panah.
Bentrokan yang terjadi antara kelompok atas dan bawah itu pecah sejak Senin 4 Januari sore dan mengakibatkan enam orang luka panah sementara seorang warga bernama Albert Mom kritis.
Hingga kini tercatat korban luka akibat panah dan batu sebanyak 20 orang.Kedua kelompok saat ini masih belum mau berdamai.
(Ahmad Dani)