TANGERANG - Terpidana kasus suap di Kejaksaan, Artalyta Suryani alias ayin
hingga saat ini tidak mau menyantap makanan yang disediakan oleh petugas Lembaga Pemasyarakat (LP) Perempuan Tangerang. Ia hanya menyantap makanan yang dikirim oleh keluarganya.
"Makanan yang sesuai standar di penjara tidak pernah dimakan. Ia cuma makan makanan yang dibawa Ibunya," kata Kepala Lapas Perempuan Tangerang Arti Wirastuti, Kamis (21/1/2010).
Meski demikian, Arti tidak mempermasalahkan jika Ayin hanya mengonsumsi makanan yang diberikan oleh keluarganya, karena hal tersebut memang diperbolehkan. "Makanan itu diberikan untuk tambahan nutrisi, jadi tidak apa-apa," ungkapnya.
Arti menambahkan, Ayin pada hari ini telah dipindahkan ruang selnya yang semula di paviliun menara sekarang menempati Paviliun Mawar kamar No.12, pada pukul 09.00 WIB pagi tadi.
Arti memastikan Ayin tidak akan mendapatkan perlakuan istimewa di sel Lapas Tangerang. Ayin akan disatukan dalam satu sel bersama Ida Farida napi kasus penipuan perbankan dan Yekti Ayuni napi kasus penggelapan.
"Sel itu seharusnya berkapasitas satu orang, tapi saat ini akan ditempati tiga orang (karena over kapasitas)," kata Arti Wirastuti.
Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan "istana" bagi Ayin karena mendapat fasilitas serba wah.
(Ahmad Dani)