JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menyatakan, tidak sulit merealisasikan jalur khusus sepeda. Namun, pemprov saat ini masih melihat terlebih dahulu jumlah calon penggunanya.
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Riza Hasyim mengatakan, realisasi jalur sepeda sebenarnya tidak sulit. Namun, Riza tidak menginginkan jalur khusus sepeda tersebut menjadi sia-sia karena pengguna sedikit. "Kita belum tahu berapa jumlah pengguna sepeda saat ini, jadi kami tidak mau nantinya jadi sia-sia," kata Riza Hasyim kemarin.
Riza melanjutkan, pihaknya berencana membangun tempat parkir sepeda agar pengguna sepeda bisa melanjutkan perjalanan dengan bus Transjakarta. Rencana ini untuk mengakomodasi permintaan para pencinta sepeda di Jakarta sekaligus upaya mengurangi polusi akibat makin banyaknya kendaraan bermotor.
Bukan hanya itu, implementasi jalur-jalur khusus sepeda di Ibu Kota juga diharapkan mampu mengembalikan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum dan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi. "Kami memang belum menyiapkan rancangannya, tapi seandainya memang dibutuhkan, kami akan menyiapkannya," ungkapnya.
Lebih lanjut Riza menyatakan, rencana pembangunan jalur sepeda sebenarnya bukanlah hal yang baru. Sejak September 2007, pemprov sudah mempertimbangkan pembuatan jalur khusus sepeda. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nurachman mengatakan, keberadaan jalur khusus sepeda di Jakarta bukanlah hal yang mustahil.
Sejumlah jalur juga sudah ditentukan,di antaranya Jalan Yos Sudarso, Jalan Jenderal Ahmad Yani, dan Jalan Mayjen DI Pandjaitan. Di luar jalur-jalur tersebut, pemprov mengakui ada sejumlah jalan yang takkan mungkin dilalui sepeda misalnya Sudirman dan MH Thamrin. Adapun jalur pertama yang pernah akan diujicobakan adalah rute Blok M (Taman Christina Martatiahahu)-Jalan Trunojoyo–Jalan Pattimura–Air Mancur Senayan–Jalan Jenderal Sudirman–Semanggi–Jalan MH Thamrin–Monas.
Ketika ditanya soal keseriusan pemprov menjadikan Jakarta sebagai Kota Sepeda, Riza menegaskan, pihaknya akan terus berusaha mengakomodasi permintaan masyarakat. "Kami akan siapkan bila memang jalur tersebut benarbenar bisa dimanfaatkan. Saat ini pengguna sepeda belum signifikan sehingga kami tidak mau jalur tersebut menjadi sia-sia," ujarnya.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Condro Kirono mengatakan, jalur khusus sepeda paling mungkin dibangun di atas trotoar. Pilihan tersebut adalah yang paling tepat. "Itu karena memang untuk keselamatan pengguna. Kalau memakai bahu jalan, kami khawatirkan keselamatan mereka," tuturnya.
Selain itu, penggunaan trotoar untuk jalur sepeda juga harus didesain ulang untuk kenyamanan pengguna. "Seperti di beberapa negara,mereka menggunakan trotoar untuk jalur sepeda. Itu tidak ada kendala," ujarnya. Selain untuk jalur sepeda dan pejalan kaki, penggunaan trotoar juga akan bernilai positif. Sebab jika trotoar dilalui dengan sepeda dan pejalan kaki, pedagang kaki lima akan tersingkir.
(Ahmad Dani)