JAKARTA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) belakangan ini menjadi sorotan, menyusul temuan fasilitas mewah di Rutan Pondok Bambu beberapa waktu lalu. Sosiolog Imam Prasodjo sempat mengkritik sudut pandang Lapas dalam memberikan pembinaan kepada para terpidana.
“Paradigma pemasyarakatan harusnya sarat dengan kurikulum pendidikan khusus,” ujar Imam dalam Talk Show bertajuk Wajah LP di Indonesia, Sudah Layakkah? di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (26/1/2010).
Selain Imam, hadir dalam talk show tersebut budayawan Arswendo Atmowiloto, Anggota DPR Ruhut Sitompul, dan Kepala Rutan Pondok Bambu Catur Budi Fatayatin.
Menurut Imam, dalam menerapkan sistem pembinaan bagi para napi, yang terpenting adalah bagaimana pejabat Lapas mampu mengubah sistem menjadi transparan dan terbuka.”Sehingga bisa kelihatan betul,” tegasnya.
Mengenai perlakukan berbeda terhadap para napi, kata Imam, hal tersebut memang boleh bahkan harus dilakukan.
“Tidak boleh ada perlakuan sama antara napi dengan latar belakang tertentu. Tapi bukan berarti ada diskrimasi dalam fasilitas. Misalnya dalam perlakuan terhadap narapidana anak. Harus ada standar minimal karena ini badan edukasi,” jelasnya.
(Dede Suryana)