TANGERANG - Posko Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) yang terletak di jalan Diponegoro 58, Jakarta, sekira pukul 15.39 WIB tadi, mendapat ancaman bom.
Ancaman terjadi setelah aktivis Bendera melakukan konferensi pers soal pembeberan data Century yang diduga masuk ke Hartati Murdaya dan Choel Mlarangeng.
Aktivis Bendera Mustar Bona Ventura Manurung mengatakan dirinya mendapat ancaman pembunuhan dan ditelepon oleh orang yang tidak dikenal dengan nomor telepon 021 6316597.
Awalnya suara orang dalam telepon itu menanyakan kebenaran apakah betul nomor ini milik posko Bendera. Selanjutnya sang penelepon mengeluarkan kalimat ancaman agar Bendera tidak berbuat macam-macam karena sudah diletakan bom.
"Apa ini benar posko Bendera. Iya benar.Jangan macam-macam. Sudah ada bom di posko,"ujar Mustar menirukan ucapan orang yang mengancam bom itu saat dihubungi ponselnya.
Mendengar hal itu Mustar dan beberapa aktivis mengaku panik. Kendati demikian mereka mengaku belum akan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian. "Belum dilaporkan,"pungkasnya singkat.
(Muhammad Saifullah )