DEPOK - Bentrokan yang terjadi antara dua ormas Betawi, Forum Betawi Rempug (FBR) dan Forum Kerukunan Betawi (Forkabi), cukup meresahkan masyarakat. Hal itu membuat Walikota Depok Nurmahmudi Ismail meminta kedua belah pihak untuk dapat berhenti bertikai.
Nurmahmudi meminta kedua ormas untuk mampu menahan diri tidak saling serang. Masalah tersebut, kata Nurmahmudi, akan diserahkan kepada Asisten Tata Praja (Astapra) untuk menemukan solusi yang tepat.
"Masing-masing pihak harus menahan diri, kami serahkan Astapra untuk ambil langkah, serta dilihat lagi tata guna ruang yang benar, kita hormati masyarakat," katanya di sela-sela acara penebangan pohon di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Sabtu (06/02/10).
Terkait lahan parkir yang diperebutkan oleh dua ormas tersebut, Nurmahmudi menegaskan bahwa lahan tersebut adalah aset Pemerintah Kota. Saat ini, kata Nurmahmudi, masalah tersebut tengah dibahas oleh Pemerintah Kota.
"Lahan parkir? Ini akan dirumuskan oleh Pemkot sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.
Bentrokan FBR VS Forkabi terjadi hanya karena masalah perebutan lahan parkir di bawah jembatan layang Arif Rahman Hakim, Depok. Kemarin siang, massa FBR menyerang Forkabi hingga menyebabkan dua anggota Forkabi luka-luka.
Sementara Forkabi melancarkan aksi balasan dengan merusak markas FBR di Jalan Nusantara Raya 60, Beji, Depok.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)