KEDIRI - Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Kediri memasang tarif Rp50 juta untuk setiap calon bupati (cabup) yang mengambil formulir pendaftaran.
Kendati secara ekonomis terkesan mahal, namun cabup yang berminat mengendarai partai pemenang pemilu 2009 lalu itu, relatif banyak.
Hingga saat ini tercatat lima orang cabup Kediri periode 2010-2015 yang telah mengambil formulir pendafataran. Menurut keterangan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kediri Kusyanto, kelima orang dengan nama Sunardi, Nurlaila, Ahmad Mustakim, Yuliantoro dan Bambang Srianto dianggap telah berkomitmen memenangkan pemilihan kepala daerah dan membesarkan Partai Demokrat.
“Namun sejauh ini yang melengkapi persyaratan baru pak Yuliantoro,” ujarnya kepada wartawan, Senin (8/2/2010). Tarif Rp50 juta untuk setiap pengambil formulir pendaftaran, menurut Kusyanto sudah menjadi kesepakatan pengurus partai.
Dana sebesar itu akan dipergunakan untuk mensosialisasikan para cabup kepada konstituen Demokrat. Selain itu, dana itu juga sebagai biaya operasional tim pemilihan daerah yang populer dengan sebutan tim tujuh.
Tim tujuh ini yang bertugas menerima pendaftaran dan mengurusi kelengkapan calon untuk kemudian diserahkan Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat. “Ini hanya membantu tim sembilan bentukan DPP guna memudahkan verifikasi,” terang Kusyanto.
Sementara Yuliantoro membenarkan dirinya telah berkomitmen secara serius untuk menjadi kepala daerah. Dengan didampingi Dewan Penasehat Yayasan Puri Cikeas Siti Alfiah Sukidjo, Yuliantoro yang juga pengurus harian Yayasan Puri Cikeas percaya diri bisa memenangkan pilkada di Kabupaten Kediri. “Kami juga telah mendapatkan dukungan moral dari teman-teman Jakarta, “ujarnya.
Apa yang disampaikan Yuliantoro dibenarkan Siti Alfiah yang mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Yuliantoro. Selaku pengurus Yayasan Puri Cikeas, Siti Alfiah mengaku sangat cocok dengan visi misi Yuliantoro. “ Dan mudah-mudahan dukungan kami bias berguna,” paparnya.
(TB Ardi Januar)