JAKARTA - Perseteruan antara tujuh partai mitra koalisi dengan Partai Demokrat plus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pansus Century, dinilai sebagai konflik pemerintah dengan sekutunya sekaligus persaingan diam-diam sesama partai mitra koalisi.
“Harus diyakini pertarungan partai koalisi di Pansus merupakan tarik menarik kepentingan antara Demokrat dengan koalisi dan persaingan diam-diam antarpartai koalisi,” ujar pengamat politik Burhanuddin Muhtadi kepada okezone melalui telepon, Rabu (10/2/2010).
Menurut Burhan, Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki peran besar dalam “pembangkangan” terhadap Partai Demokrat, hingga muncul isu reshuffle, dan pengemplangan pajak seperti dihembuskan beberapa petinggi Demokrat.
"Golkar dan PKS yang paling dominan menggaet PAN dan PPP yang tadinya lunak untuk sama-sama menyerang Demokrat. Tapi ini kemungkinan berubahnya tetap ada, tergantung dari lobi dan kompromi antara para mitra koalisi ini,” kata Burhan.
Yang pasti menurut Burhan, paparan awal Pansus mengenai banyaknya mitra koalisi menyerang pemerintah, tetap akan tergantung dari perjalanan pansus hingga terbentuk rekomendasi pada 4 Maret mendatang.
“Ini tetap bukan akhir. Akan sangat tergantung dari soliditas Golkar dan PKS hingga akhirnya diparipurnakan,” pungkasnya.
(Dede Suryana)