Border Managemen untuk Atasi Persoalan Perbatasan

K. Yudha Wirakusuma, Jurnalis
Kamis 18 Februari 2010 15:56 WIB
Share :

JAKARTA - Mantan anggota DPR yang juga mantan anggota Bakin, Soeripto, menyampaikan gagasan border management di Mabes Polri terkait permasalahan di perbatasan. Menurut Soeripto ke depan perlu ada satu pintu untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Soeripto di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/2/2010). Saat ditanya untuk apa dirinya dipanggil ke Mabes Polri, Soeripto mengatakan untuk dimintai konsep dalam mengolah wilayah perbatasan.

"Konsepnya semacam border management. Pointnya itu ada integrated management dari semua instansi dan semua unit itu hanya satu pintu dan kemudian ada perangkat dilibatkan untuk bisa survailince," ujarnya.

Soeripto juga mengatakan masyarakat perlu dilibatkan agar dapat meningkatkan taraf hidup warga di perbatasan.

"Untuk itu perlu dilibatkan pihak-pihak investor untuk membangun desa dan masyarakatnya sehingga tertarik untuk mereka tinggal di sana," katanya.

Soeripto mengatakan saat ini hal tersebut baru sebatas ide dan akan disempurnakan agar bisa dijalani. Namun dirinya memberikan contoh konkret di beberapa negara yang sudah menjalankan konsep ini.

"Misalnya seperti di negara-negara eropa timur. Border management itu disikapi dalam satu pintu dan dipadukan dalam konteks di sana itu untuk mengatasi beberapa masalah di sana seperti illegal human trafficking.
adanya perdagangan manusia, imigrasi gelap, yang banyak dari Polandia, eropa dan ke Inggris di daerah perbatasan itu diperkuat ketahanannya dengan melibatkan unsur masyarakat di sana. Dengan tingkat ekonomi dan tingkat hidup diberikan rangsangan supaya lebih baik," bebernya.

Nantinya menurut Soeripto, orang-orang yang ditaruh di sana adalah dari TNI dan Polisi. Soeripto mengatakan untuk keterlibatan departemen masih diperhatikan mengingat konsep yang ditawarkan sebenarnya bukan untuk konsep koordinasi antar departemen, namun menurutnya itu mungkin akan dimasukkan tanpa perlu membentuk departemen baru.

(Ahmad Dani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya