SIDOARJO - Polisi bertindak tegas terhadap residivis pencurian sepeda motor (curanmor). Jika melawan atau melarikan diri, akan langsung ditembak.
Seperti yang dialami Heri Prayuto (35), warga Pandaan Pasuruan tewas ditembak polisi, karena berusaha melarikan diri. Residivis curanmor ini dikejar polisi setelah membawa kabur motor curian milik Sugianto (52), warga Gedangan, Sidoarjo.
Hari dikenal sebagai residivis kakap. Beberapa kali lolos dari sergapan polisi karena selalu berhasil melarikan diri. Bahkan, tersangka juga tak segan-segan melukai korbannya.
Data di Polres Sidoarjo, selama ini Heri sudah menggasak 16 unit sepeda motor di 16 lokasi. Sejauh ini, hanya beberapa kendaraan yang berhasil diamankan. Sedangkan sisanya sudah dijual ke beberapa penadah.
Tersangka tewas setelah sempat dirawat di RSUD Sidoarjo Kamis 18 Februari. Tersangka diburu anggota Sat Reskrim Polres Sidoarjo usai membawa kabur sepeda motor milik korban Honda Supra X-125 nopol W 4058 SD, yang diparkir di depan salah satu apotik di Jalan Raya Tebel Gedangan, pukul 18.00 WIB.
Polisi memburu tersangka usai korban melapor sepeda motornya hilang. Tersangka kabur melewati Jalan Lingkar Timur Sidoarjo. Namun polisi yang kehilangan jejak, tidak tinggal diam dan menghadang tersangka di pertigaan Desa Gebang, Sidoarjo.
Polisi sebenarnya sudah memberi tembakan peringatan agar tersangka menyerah. Namun tembakan keudara sebanyak tiga kali, tidak membuat nyali pria kurus ini lemah. Dia terus melaju dan nekat menerjang sepeda motor polisi hingga motornya terjungkal.
Tersangka jauh, namun bukannya menyerah tapi berusaha kabur. Tersangka mengayunkan sebilah celurit dari balik bajunya ke arah polisi. Polisi menembakkan sebutir peluru ke tangan kanan tersangka yang memegang clurit. Tersangka masih berusaha melawan, hingga akhirnya sebutir peluru polisi menembus dada kanannya.
“Setelah tertembus peluru, tersangka langsung roboh dan kami bawa ke RSUD Sidoarjo,” ujar Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Ernesto Seiser.
Kapolres Sidoarjo AKBP Muhammad Iqbal menjelaskan, polisi terpaksa bertindak tegas karena tersangka terus melawan saat ditangkap. Apalagi, tersangka juga membawa sebilah celurit.
Sebelum tewas di RSUD Sidoarjo, lanjut mantan Kapolres Gresik ini, tersangka mengaku beraksi seorang diri saat mencuri. Karena itulah, tersangka selalu naik angkutan umum untuk mencari sasaran aksi.
“Begitu melihat ada sepeda motor yang bisa dicuri, tersangka turun dari angkutan umum. Dengan kunci T yang dibawanya, tersangka lalu kabur membawa motor curiannya.Motor hasil curian dijual di kawasan Pasuruan dan Malang,” ujar M Iqbal.
(Fitra Iskandar)