DENPASAR - Pemkot Denpasar pagi ini mengoperasikan 320 mesin fogging untuk memberantas nyamuk aedes aegypti. Kebijakan fogging massal ini diambil setelah jumlah kasus penyakit demam berdarah akhir-akhir ini naik drastis.
Kabag Humas dan Protokol Pemkot Denpasar Made Erwin Suryadarma menyatakan kegiatan fogging dilakukan serentak di seluruh desa/kelurahan se-Kota Denpasar. Hal itu atas instruksi langsung dari Wali Kota IB Rai Dharmawijaya Mantra.
Dalam kaitan ini, Wali Kota juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar mulai dari Pimpinan SKPD, Camat, Kepala Desa dan Lurah agar melakukan aksi kebersihan lingkungan secara menyeluruh dan gerakkan semaksimal mungkin petugas jumantik.
”Secara berjenjang Pak Wali sudah memberikan perintah langsung kepada Sekot dan Camat agar segera melakukan tindakan pemberantasan sarang nyamuk serta tempat-tempat yang dicuigai sebagai lokasi berkembangnya nyamuk aedes aegypti, seperti saluran air, got yang mampet, tumpukan barang bekas dan bangunan-bangunan rumah yang tidak berpenghuni,” kata Erwin.
Sebenarnya, kata Erwin, kegiatan PSN jauh lebih baik dan efektif dilakukan ketimbang fogging, namun saat ini kedua cara ini akan dilakukan secara bersamaan. Di samping Fogging massal terhadap daerah-daerah yang sudah terkena penyebaran penyakit DB ini, Pemkot Denpasar tambah Erwin juga sudah menggelar fogging fokus, seperti yang dilakukan pada Kamis, 11 Maret lalu, di Banjar Antap, Kelurahan Panjer.
”Kita akan lakukan semua cara untuk menekan meluasnya serangan demam berdarah ini. Petugas jumantik juga akan lebih diefektifkan untuk memantau jentik-jentik sehingga tidak berkembang biak,” kata dia.
Walikota melalui Sekkot Rai Iswara juga telah memerintahkan kepada Dinas PU, DKP dan Badan Lingkungan Hidup untuk lebih memantapkan program kerja bersinergi dengan masyarakat.
”Saya juga minta kepada PU agar mengarahkan kepada desa dan kelurahan untuk memperbaiki got atau saluran air yang ada diwilayahnya melalui dana ADD, karena tempat-tempat seperti ini biasanya luput dari perhatian, padahal tempat seperti itu menjadi tempat bekembang biaknya nyamuk poleng,” katanya.
(Muhammad Saifullah )