MEDAN - Pihak keluarga Siti Maryam Boru Sibarani (76), korban perampokan, menolak outopsi. Mereka nekat membawa kabur jenazah korban dari Rumah Sakit Umum Daerah Pirngadi Medan.
Namun, polisi yang mengetahui aksi nekat itu segera menghadangnya. Keributan kecil antara pihak keluarga dengan sejumlah polisi pun terjadi di depan Ruang Jenazah RSUD Pirngadi Medan.
"Saya sempat kaget juga, kok ada pengunjung yang ribut-ribut dengan polisi. Ternyata, ada keluarga korban perampokan yang mau membawa jenazah orangtua mereka pulang. Katanya, mereka menolak dilakukan autopsi," kata Dedi, salah seorang pengunjung rumah sakit yang sempat melihat keributan tersebut, Jumat (19/3/2010).
Siri Maryam ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya, Jalan Armada, Teladan Barat, Medan, Jumat dini hari sekira pukul 03.00 WIB. Dia ditemukan terikat dalam posisi telungkup di kamar tidurnya dengan mulut disekap lakban.
Sebelumnya, beberapa orang warga sempat melihat sebuah mobil Avanza berwarna hitam parkir di depan rumah korban, sekira pukul 03.00 WIB. Namun mobil tersebut tidak lama berada di sana, dan kemudian pergi. Pelaku sendiri diduga berjumlah empat orang.
(Dede Suryana)