EKSPLORASI yang dilakukan tim gabungan diperoleh hasil yang cukup mencengangkan. Kemisteriusan bangunan tua Stasiun Tanjung Priok perlahan-lahan tersingkap. Sayangnya penyingkapan tabir itu sementara ini harus dihentikan.
Tim eksplorasi gabungan, yang salah satu di antaranya dari Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Serang, memutuskan untuk menghentikan penelusuran bunker yang menjadi desas-desus sekian lama.
Keputusan penghentian sementara ini pada akhirnya harus dilakukan setelah melalui berbagai pertimbangan. Kepala Pusat Pelestarian Benda Bersejarah PT KA (Persero) Tri Prasetyo saat ditemui okezone mengakui penghentian ini.
Faktor keselamatan, dan peralatan, menjadi pertimbangan bagi tim menghentikan penelusuran bangunan bersejarah abad 19 ini.
Dari penelusuran yang sudah dilakukan tim, eksplorasi terhenti di dua titik. Titik pertama berada di ruang kedua bunker utara. Titik kedua di bunker timur.
Di titik pertama, tim terhenti dengan pengapnya ruang yang diduga sebagai ruang pengontrol air. Selain tidak segarnya udara, ruang tersebut juga minim akan cahaya. Padahal, terdapat pintu lorong yang akan dieksplorasi tim. Pintu lorong ini terbentang pipa air berukuran besar yang sudah berkarat. Pipa ini akan menjadi acuan tim untuk melakukan eksplorasi tahap berikutnya.
Jika tim sudah sempat melakukan ekplorasi di bunker utara, berbeda keadaannya di bunker kedua. Tim sama sekali tak bisa melakukan eksplorasi sedikitpun. Pasalnya lorong vertikal yang harus dituruni layaknya sebuah cerobong asap tak berdasar.
Para pekerja yang disewa tim, menolak mentah-mentah permintaan untuk menuruni lorong vertikal yang berada di dalam tiang pondasi gedung. Tim akan melakukan eksplorasi kembali setelah memperoleh bantuan peralatan penunjang dan tenaga ahli untuk melakukan supervisi.
"Tenaga ahli bidang eskavasi dan arkeologi. Agar jelas penentuan arah atau tempat eskavasi, serta penyelamatan barang atau benda yang ditemukan dalam eskavasi," ujar Tri.
Selain itu, tim juga membutuhkan peralatan penunjang untuk melanjutkan eksplorasi. Beberapa peralatan yang dibutuhkan berupa masker beserta tabung oksigen, peralatan penerangan khusus, dan perlengkapan eksplorasi lainnya.
PT Kereta Api (Persero) sebagai tuan rumah eksplorasi mengaku akan mengeluarkan dana untuk melanjutkan proses penelusuran desas-desus lorong bunker di bawah stasiun yang dibangun pada masa Gubernur Jenderal AFW Idenburg itu. "Saat ini perusahaan sudah mengeluarkan anggaran untuk itu. Namun apabila ditemukan ruangan lainnya berartikan anggaran itu besar. Dalam hal ini PT KA akan bekerja sama dengan pihak terkait," tutur Tri yang enggan mengungkapkan besaran dana eksplorasi ini.
(Hariyanto Kurniawan)