Din: Teroris Langsung Didor, Timbulkan Dendam

Hen Hen, Jurnalis
Kamis 20 Mei 2010 12:22 WIB
Terduga teroris Cawang (Foto: Ferdinan/Okezone)
Share :

JAKARTA - Meski mendapat apresiasi dari Presiden, penembakan terduga teroris oleh Densus 88 Anti Teror beberapa waktu lalu, masih menuai kritik. Salah satunya dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

“Penangkapan kemarin harusnya tidak seperti itu. Mestinya jangan dibunuh saat ditangkap. Karena akan menimbulkan luka dan balas dendam,” ujarnya dalam acara aksi lintas iman untuk keadilan dan pengentasan kemiskinan di Kantor Center for Dialog and Corporation among Civilization (CDCC), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/5/2011).

Acaranya sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh lintas agama seperti dari Mejelis Konghucu Indonesia, Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Kantor Waligereja Indonesia (KWI), Walubi, dan tokoh-tokoh agama Hindu.

Polisi, lanjut Din, juga tidak sepatutnya bangga berlebihan dengan penangkapan terduga teroris di sejumlah tempat. Seperti Diketahui, polisi menembak mati
Dua orang terduga teroris di Cikampek, tiga dari Cawang, serta menangkap hidup-hidup dari Sukoharjo, Jawa Tengah.

“(Polisi) semestinya tidak bangga dengan penangkapan kemarin, karena seharusnya menuumpas sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.

“Saya juga mencurigai ini pengalihan isu-isu berar. Seperti kasus Century, Susno, dan lain-lain jangan sampai beralih dengan memperluas isu pada wacana gerakan untuk menjadikan negara Islam. Padahal umat Islam sudah melupakan itu,” cetus Din.

Pendapat senada mengenai tidak relevannya wacana negara Islam juga disampaikan Ketua MUI Amidhan. Isu negara Islam, dinilai Amidhan sudah basi. Terlebih, wacana ini juga bakal ditentang oleh umat islam di Indonesia.

“MUI juga telah mengeluarkan fatwa soal NKRI, itu sudah final. (Mengenai teroris) MUI menegaskan radikalisme yang berujung pada teror itu haram. Karena teror dan jihad itu berbeda. Teror sifat dan outputnya merusak sementara jihad outputnya mengubah. Bunuh diri juga haram dalam Islam,” jelas Amidhan.(ded)

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya