Lebih Baik PT Ketimbang Konfederasi

Misbahol Munir, Jurnalis
Sabtu 31 Juli 2010 19:12 WIB
Burhanudin Muhtadi. (Foto: Koran SI)
Share :

JAKARTA- Wacana konfederasi partai yang sempat digulirkan oleh para politisi Partai Amanat Nasional, tidak cocok dan sulit untuk digunakan di ranah politik Indonesia.

"Bagi saya konfederasi lebih sulit dijalankan, dari asimilasi, fusi, dan akuisisi," ucap peneliti dari Lembaga Survei Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam sebuah diskusi di Doekoen Coffee, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (31/7/2010).

Penyederhanaan partai sangat tepat untuk sistem presidensial yang dianut Indonesia. Caranya, menetapkan parliamentary threshold (PT).

"PT merupakan cara ideal menyederhanakan sistem partai. Karena tidak melanggar konstitusi," ujarnya.

Jika PT dianggap pas, maka berapa persentasenya?

"Saya pribadi lebih setuju lima persen. Kalau lima persen, hanya lima partai yang akan bertahan. Maka, pilihannya apakah kita lebih memilih representasi atau kita lebih memilih efektifitas pemerintahan. Tapi jika representasi, apakah representasi elit atau pemilih (konstituen)?" tutupnya.

(Hariyanto Kurniawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya