BOJONEGORO - Plafon bangunan SDN 1 Tulungrejo, Kecamatan Trucuk ambruk dan mengenai dua siswanya. Proses belajar mengajar sempat dihentikan dan siswa dipulangkan. Dua siswi masih trauma dengan kejadian tersebut.
Plafon atap yang ambruk berada di kelas 4 SDN tersebut. Saat kejadian siswa berada di dalam kelas. Akibatnya, siswa lari dan mengamankan diri masing-masing. Dua siswa yang apes tertimpa reruntuhan plafon. Mereka adalah Ike Ratnasari dan Lutfi Ramadani warga Desa Tulungrejo.
Kejadian ambruknya plafon atap terjadi pada Rabu (28/7) lalu. Tapi baru kemarin pihak pengajar dan siswa membersihkan puing-puing reruntuhan plafon. Dua siswa sempat tak mau berangkat sekolah lantaran trauma.
Menurut keterangan Ike, dirinya dan teman-temannya tak mengira atap ambrol. Saat runtuh, kepalanya terkena pecahan plafon hingga benjol. Meski tidak luka parah, ia mengaku trauma dengan kejadian tersebut. “Saya takut masuk sekolah. Ini kepala saya masih sakit,” katanya, Jumat (30/7/2010).
Akibat atap plafon ambruk, siswa kelas 4 terpaksa dipindahkan sementara ke ruang kelas 2. Sedang siswa kelas 2 harus masuk siang karena bergantian dengan siswa kelas 1. Pihak sekolah sendiri sudah melaporkan kejadian tersebut ke UPT Dinas Pendidikan Daerah di Kecamatan. “Kami sudah melapor atas ambruknya plafon atap sekolah,” tegas Abdul Azis, kepala sekolah.
Dia menjelaskan, bangunan SDN memang sudah lapuk. SDN didirikan tahun 1962 dan belum pernah direnovasi. Pihaknya berharap Disdikda segera merenovasi sekolah yang memiliki 92 siswa tersebut.
Saat ini pihak sekolah masih was-was jika ada hujan disertai angin. Jika itu terjadi pihak sekolah mengaku akan langsung meminta siswa keluar. “Antisipasinya ya jika ada hujan lebat atau angin, siswa harus keluar,” terangnya.
(Dadan Muhammad Ramdan)