JAKARTA - Hari keempat pascabentrok di Buol, Sulawesi Tengah, Kepolisian masih bertahan di Polsek dan Polres untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Masih di situ (Polsek dan Polres), memang itu untuk menghindari saja. Itu perintah pimpinan. Karena kalau anggota gabung di satu tempat lebih mudah diawasi,” ujar Kabid Penum Mabes Polri Kombes Pol Marwoto Soeto saat dihubungi okezone, Jumat (3/9/2010).
Meski demikian Marwoto menyatakan, kondisi di Buol berangsur normal. Bantuan pengamanan baik dari Brimob dan TNI telah tiba di lokasi.
“Sedikit-sedikit kondisi di sana sudah normal. Masayarakat pun perlahan telah melakukan aktivitasnya seperti semula,” ucap Marwoto.
Seperti diketahui, sekira 500 warga melakukan penyerangan terhadap kantor Polsek Buol Sulawesi Tengah pada Selasa, 31 Agustus, malam. Kejadian tersebut dipicu kekecewaan warga atas kematian Kashmir bin Yeti Mumun (19), seorang tukang ojek yang meninggal di tahanan Polsek Buol.
Polisi mengatakan, Kashmir meninggal karena gantung diri di tahanan Mapolsek. Sebelumnya Kashmir ditahan di sel lantaran terlibat kecelakaan lalu lintas dengan salah seorang anggota polisi. Sejauh ini tujuh warga dikabarkan tewas akibat insiden tersebut, sementara puluhan lainnya mengalami luka.
(Dian AF)