JAKARTA - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) meminta semua pihak di Buol tidak terprovokasi, terkait meninggalnya tahanan yang berujung bentrokan antara polisi dan warga.
"Kami harapkan jangan ada yang terpancing dengan provokasi apapun. Tolong dipahami segenap masyarakat khususnya di Provinsi Sulteng," pinta Kapolri usai salat Jumat di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Polisi tengah melakukan penyelidikan terhadap bentrokan di Buol yang menewaskan tujuh orang dan belasan orang terluka. Jika terbukti ada petugas yang terlibat dalam kematian tahanan itu, Kapolri memastikan akan menindak tegas.
"Kita berpikir jernih, semuanya ada tim yang nanti akan kita perlukan. Meninggalnya warga masyarakat karena kesalahnya anggota Polri, atau memang itu sudah proses maksimal tentunya dilihat dari perspektif yang jelas," terangnya.
Bambang menjelaskan, tim yang dipimpin Wakapolri, Propam, Propos, dan Irwasum tengah melakukan investigasi untuk mencari kebenaaran. "Apakah bunuh diri, atau ada sesuatu itu akan terbuka dan transparan dijelaskan," ujarnya.
Kapolri juga meminta agar kasus Buol ini tidak dicampuradukan. "Ini tolong jangan dicampuradukan, dipisah-pisah dengan demikian nanti semuanya bisa dinilai dengan objektif. Tidak langsung memojokkan tapi tunggu hasil yang akan dijelakan melalui tim humas," ujarnya.
Menurut BHD, dalam kasus ini ada dua persoalan yakni meninggalnya tahanan dan pembakaran serta perusakan kantor dinas yang disusul sweeping terhadap anggota Polri.
(Dadan Muhammad Ramdan)