JAKARTA - Hasil jajak pendapat Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menunjukkan elektabilitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun menjadi 66 persen, dinilai sudah sesuai dengan fakta di lapangan.
Politisi dari PDIP Gayus Lumbuun mengatakan survei ini merupakan masukan berharga untuk Presiden.
“Ini adalah masukan yang baik untuk Presiden, di mana publik bisa ikut memperhatikan keadaan negara, apakah tindakannya sama atau tidak sesuai yang terjadi di lapangan,” tandas anggota Komisi III DPR ini.
Gayus mencontohkan masalah ledakan tabung elpiji, merupakan kelalaian dan menjadi tanggung jawab pemerintah. Ini yang membuat nilai keberterimaan Presiden di mata publik menurun. “Penegakan hukum pemerintah juga penting. Publik sekarang ini sudah bisa melihat dan mengkoresksi kebijakan yang diambil pemerintah,” sambungnya.
Sebagai partai oposisi, lanjutnya, PDIP melihat hal ini merupakan kegagalan yang harus diperbaiki Pemerintah. Kebijakan yang salah harus diubah dan diperbaiki. “Apa yang dilakukan bawahannya pastilah mengikuti atasannya,” imbuhnya.
Lembaga Survei Indonesia merilis hasi survei yang menyebutkan ketidakpuasan masyarakat terhadap SBY turun menjadi 66 persen. Namun begitu dukungan terhadap SBY masih terbilang cukup tinggi
Survei LSI ini dilakukan pada Agustus 2010 dengan melibatkan 1.829 responden. Tingkat kepercayaan survei ini sebesar 95 persen dengan margin of error +/- 2,8 persen.
Dalam survei tersebut, pemilih yang puas dengan kinerja SBY sebagian besar berpendidikan Sekolah Dasar (SD). Faktor pendidikan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan terhadap Presiden. Semakin tinggi tingkat pendidikan, responden semakin tidak puas terhadap kinerja presiden.
Isu ledakan tabung gas dan Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) menjadi isu yang mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja SBY.
(Dian AF)