JAKARTA - Ketua Komisi III DPR Benny K Harman menegaskan studi banding anggota dewan ke luar negeri penting dilakukan. Bila tidak, dia mengkhawatirkan wawasan para legislator nantinya pas-pasan dalam menjalankan tugas legislasi.
“Kunjungan keluar negeri penting supaya anggota dewan tidak seperti katak dalam tempurung,” kata Benny kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin, (20/9/2010).
Komisi III mengagendakan studi banding ke Inggris dan Kanada terkait Rancangan Undang-Undang Keimigrasian. Negara Inggris dipilih karena dianggap memiliki model imigrasi yang cukup baik untuk diterapkan di Indonesia.
“Bagaimana sistem hukum di Inggris, bagaimana kantor keimgirasiannya melaksanakan tugas. Termasuk masalah mobilitas penduduk, khususnya terhadap WNA yang kawin campur dengan warga negara asli,” jelas politisi dari Fraksi Partai Demokrat ini.
Sebanyak 10 anggota panja RUU Keimigrasian akan berangkat ke Inggris dipimpin Wakil Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin. Sementara tim lain akan ke Kanada pada 1 Oktober mendatang. Sebelumnya, anggota komisi III Nasir Jamil mengungkapkan kemungkinan adanya usulan penundaan studi banding ke Kanada.
Menanggapi hal itu, Benny menuturkan, “Soal tunda itu kan enggak penting, tapi esensinya kunjungan kerja itu sudah dijadwalkan," pungkasnya.
Sebagai wakil rakyat, Benny meminta publik mengawasi kinerja DPR termasuk menyoroti hasil studi banding yang akan dibawa ke Panja untuk penyempurnaan RUU. “Kami meminta masyarakat melakukan pengawasan, hasilnya akan dibuka kepada publik sebagai transparansi,” katanya.
(Dian AF)