JAKARTA - Partai politik (parpol) yang tidak lolos ambang batas masuk parlemen atau parliamentary threshold pada Pemilu 2009, mulai menyusun strategi untuk menghadapi Pemilu mendatang.
Adapun strategi yang diambil dapat berupa bergabung dengan parpol yang lolos parlemen dalam wadah konfederasi atau melebur dengan parpol kecil lainnya membentuk parpol baru.
Setidaknya dua opsi tersebut mulai dipertimbangkan oleh 17 parpol kecil atau nonparlemen yang tergabung dalam Forum Persatuan Nasional (FPN)."Ada dua pilihan, bergabung dalam konfederasi atau melebur," ujar Sekretaris Jenderal FPN Didi Supriyanto di Jakarta, Rabu (3/11/2010).
Didi mengungkapkan, apabila mengambil opsi konfederasi maka ada kemungkinan bergabung bersama parpol yang berada diparlemen. Sedangkan apabila melebur maka FPN akan menyiapkan satu nama parpol baru. "Apabila melebur maka akan menjadi kekuatan politik baru," ujar Didi yang juga Sekjen Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) itu.
Didi mengakui, sejauh ini parpol yang tergabung dalam FPN sudah menjalin komunikasi intensif dengan Partai Amanat Nasional (PAN) terkait rencana penerapan konsep konfederasi. Bahkan, ada rencana pertemuan lanjutan antara FPN dan PAN dalam waktu dekat ini.
Didi menjelaskan, apabila konsep konfederasi yang diterapkan, maka Didi siap melakukan pendekatan terhadap parpol diparlemen agar konfederasi dapat terakomodasi dalam Undang-Undang Pemilu.
Dia menyadari parpol-parpol kecil bakal menjadi rebutan parpol yang kini duduk di parlemen, khususnya parpol tengah apabila persentase PT naik.
Diketahui FPN beranggotakan 17 parpol antara lain, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Persatuan Daerah (PPD), Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), Partai Patriot, Partai Matahari Bangsa (PMB).
Sekretaris Fraksi PAN Teguh Juwarno mengakui adanya pembahasan intens antara partainya dan FPN untuk mematangkan konsep konfederasi. "Kami sudah dua sampai tiga kali pertemuan. Komunikasinya sudah cukup konstruktif," tuturnya.
Teguh menginginkan agar ada ikatan yang matang di antara parpol-parpol yang tergabung dalam konfederasi. "Jangan sampai bergabung lalu tidak lama kemudian bercerai," ujarnya.
(Ferdinan)